UJIAN PRAKTIK BLOG – NO : 9C-31

Pentingnya Hutan Mangrove bagi Lingkungan Hidup

      mangrove4bHutan magrove merupakan sekumpulan pepohonan yang tumbuh di area sekitar garis pantai yang dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut serta berada pada tempat yang mengalami akumulasi bahan organik dan pelumpuran. Hutan mangrove yang juga biasa dikenal dengan sebutan hutan bakau ini merupakan sebuah ekosistem yang bersifat khas karena adanya aktivitas daur penggenangan oleh pasang surut air laut. Pada habitat ini hanya pohon mangrove / bakau yang mampu bertahan hidup dikarenakan proses evolusi serta adaptasi yang telah dilewati oleh tumbuhan mangrove.

      Hutan mangrove memiliki fungsi yang sangat besar bagi lingkungan hidup kita diantarnya yakni 1) sebagai tumbuhan yang mampu menahan arus air laut yang mengikis daratan pantai, dengan kata lain tumbuhan mangrove mampu untuk menahan air laut agar tidak mengikis tanah di garis pantai. 2) Sebagaimana fungsi tumbuhan yang lain, mangrove juga memiliki fungsi sebagai penyerap gas karbondioksida (CO2) dan penghasil oksigen (O2). 3) Hutan mangrove memiliki peran sebagai tempat hidup berbagai macam biota laut seperti ikan-ikan kecil untuk berlindung dan mencari makan. Selain binatang laut, bagi hutan mangrove yang ruag lingkupnya cukup besar sering terdapat jenis binatang darat di dalamnya seperti kera dan burung.ekositem-hutan-mangrove

      Dari beberapa fungsi hutan bakau yang telah dipaparkan di atas, tentunya hal yang paling esensial bagi kelangsungan hidup kita adalah fungsi hutan mangrove sebagai penghasil oksigen (O2) dan penyerap gas karbondioksida serta sebagai pencegahan abrasi. Rusaknya hutan mangrove dapat mengakibatkan hilangnya fungsi-fungsi di tersebut. Bayangkan jika hutan rusak, tak ada lagi sesuatu yang mampu menghasilkan oksigen (O2) untuk kita bernapas, tidak adalagi sesuatu yang dapat menyerap gas (CO2) yang merupakan gas racun dab berbahaya bagi tubuh manusia, serta tak ada lagi suatu pertahanan kokoh yang mampu menahan laju abrasi.

      Saat ini keadaan hutan mangrove di sepanjang pesisir pantai Indonesia begitu memperihatinkan. Sebagian besar rusak dan diantaranya habis akibat aktivitas penebangan dan lain-lain. Hal ini tentu akan berdampak buruk bagi kelestarian lingkungan hidup kita.

      Mengingat begitu pentingnya hutan mangrove bagi kelangsungan lingkungan hidup kita, perlu adanya solusi untuk penanggulangan masalah yang selama ini terjadi pada hutan mangrove. Solusi yang dapat kita lakukan diantaranya yakni ; 1) perlu adanya lahan konservasi terhadap hutan mangrove dalam rangka penjagaan dan pelestarian hutan agar fungsi-fungsi mangrove dapat dioptimalkan sebaik mungkin. 2) melakukan reboisasi atau penanaman kembali terhadap hutan mangrove yang telah rusak. Dalam hal ini perlu adanya keterlibatan antara pemerintah dan warga secara teknis dalam pelaksanaan reboisasi. 3) Perlu adanya manajemen tata ruang yang baik terhadap wilayah pesisir pantai berhutan mangrove, sehingga dapat berpotensi ekonomis dalam hal pariwisata. Provit yang diperoleh dari wisata alam ini dapat digunakan untuk keterbutuhan pelestarian mangrove. 4) perlu adanya penyuluhan dalam rangka memahamkan masyarakat terhadap pentingnya kelestarian hutan mangrove bagi lingkungan hidup. 5) Sanksi hukum yang tegas terhadap siapapun yang merusak kelestarian hutan mangrove.

      Kelestarian lingkungan hidup amatlah penting bagi kita. Menjaga mangrove merupakan bagian dari tindakan nyata atas kepedulian kita terhadap lestarinya alam dan kehidupan. Mulai dari diri sendiri, marilah jaga lingkungan demi hidup dan kehidupan.

Kabut Asap, Bencana ataukah Disengaja ?
     kabut-asap-kompas-com3-55ebfbcc3797736607613458 Saat ini tanah air kita sedang ditimpa sebuah masalah, yaitu kepungan kabut asap yang mengganggu dan menyebabkan permasalahan yang pelik di tanah Palembang, Riau, dan Kalimantan. Bahkan kabut asap itu telah mengganggu penglihatan manusia yang hanya memiliki jarak pandang 5 meter saja. Bahkan kabut asap ini sudah melewati batas normal sehingga sudah menjadi racun berbahaya di udara yang terus – menerus terhirup oleh saudara suadara kita. Akibatnya, sudah banyak masyarkat yang terkena dampaknya, salah satunya adalah banyak masyaraka terjangkit penyakit ISPA yang menyerang alat pernafasan mereka.
      Kabut asap tersebut berasal dari hutan – hutan yang terbakar di musim kemarau ini. Hal ini dikarenakan jenis lahan gambut di daerah sana, membuat hutan di Palembang, Riau, dan sebagian Pulau Kalimantan mudah terbakar. Bahkan hampir setiap tahun hutan itu terbakar dan mengirimkan asap-asapnya hingga ke Negara tetangga.
      Bila kita cari akar permasalahannya, apakah benar kabut asap ini hanya bencana alam ataukah ada konspirasi di dalamnya. Jika kita berfikir menggunakan logika, bagaimana bisa hutan yang luas tersebut terbakar dalam waktu yang sangat cepat dengan sendirinya. Selain itu, bagaimana bisa banyak sekali di temukan titk – titik api yang tersebar luas di dalam hutan tersebut dalam waktu yang sangat singkat.
      Nah, dari sini sebenarnya kita sudah bisa mengetahui bahwa ada dalang dibalik semua kejadian ini. Meskipun kita tidak bisa secara gamblang menunjuk salah satu pihak sebagai pelakunya. Namun, mari kita pikirkan kembali, siapakah yang mendapatkan keuntungan jika hutan itu terbakar? Tentunya perusahaan-perusahaan yang memiliki hak pengelolaan hutanlah yang mendapatkan keuntungan itu. Jika hutan terbakar, mereka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya yang besar untuk membuka hutan dan akhirnya membakarnya adalah pilihan yang paling tepat buat mereka.
   20130619-193248_2  Fakta yang ada tersebut seharusnya sudah cukup untuk dijadikan bukti siapa dalang di balik terbakarnya hutan ini. Mereka pasti dengan sengaja membakar hutan demi kepentingan pribadi mereka sendiri tanpa memikirkan dampaknya. Padahal, hutan yang mereka gunakan adalah milik Negara yang artinya miliki masyarakat pula.
      Akibat dari perbuatan mereka itu banyak sekali kerugian-kerugian yang diterima oleh masyarakat bahkan oleh Indonesia. Di satu sisi, masyarakat menjadi terganggu karena setiap hari mereka menghirup racun yang ada. Di sisi lain, wajah pemerintah Indonesia ikut tercoreng karena dianggap tidak becus dalam mengatasi kebakaran hutan.
      Sudah semestinya kita sebagai masyarakat yang dirugikan tidak tinggal diam melihat masalah seperti ini. Kita harus menuntut pemerintah untuk melakukan tindakan yang nyata dalam mengatasi bencana ini. Karena jika tidak di atasi, maka kasus kebakaran hutan ini akan semakin meluas dan menimbulkan korban yang lebih banyak.
      Berdasarkan fakta-fakta yang telah disampaikan di atas, sudah jelas bahwa kasus kebakaran hutan ini bukanlah bencana alam semata, melainkan ulah dari orang-orang yang tidak bertangung jawab. Oleh karena itu, pemerintah harus cepat mengambil tindkan untuk mengatasi ini semua. Dimulai dari melakukan tindakan memadamkan api, mengobati masyarakat yang terkena dampaknya, dan memberikan sangsi yang tegas kepada para pelaku pembakaran hutan, yaitu dengan mencabut hak ijin pengelola hutan bagi perusahaan dan memenjarakan aktor penting di balik benca ini.

      Sampai Jumat (4/9), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat ada 156 titik panas sumber kabut asap di Sumatera dan Kalimantan. Dari 156 titik tersebut, 95 titik di Sumatera dan 61 titik di Kalimantan.

Kabut asap pekat terutama menyelimuti wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Kabut asap juga menyebar ke sejumlah daerah di sekitar enam provinsi tersebut. Di Sumatera, kabut asap menyelimuti 80 persen wilayahnya. Paling tidak sebanyak 25,6 juta jiwa terpapar asap, yaitu 22,6 juta jiwa di Sumatera dan 3 juta jiwa di Kalimantan.

Dalam rapat terbatas tentang kabut asap di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat, Presiden Joko Widodo memerintahkan semua pihak terkait menanggulangi kabut asap tersebut. Penanganan kabut asap secara nasional di bawah koordinasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo itu dihadiri Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Polri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, serta Sekretaris Jenderal Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Hendroyono.”Presiden meminta kepala daerah agar tidak ragu-ragu menyatakan darurat asap. Bencana ini bukan bencana kebakaran hutan, tetapi bencana darurat asap,” kata Kepala BNPB Syamsul Maarif di Kantor Presiden.

Sumber :

1.http://print.kompas.com/baca/nusantara/2015/09/05/Kabut-Asap-Sudah-Darurat

2.http://www.prbahasaindonesia.com/2015/10/contoh-artikel-tentang-lingkungan-hidup.html

3.http://kakakpintar.com/contoh-artikel-bahasa-indonesia-tentang-lingkungan-hidup/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s